Surga begitu dekat, kejarlahh!!!

posted nov, 24 2012 by. afida al-hafsah_

Rasul SAW bersabda: ” Surga lebih dekat pada salah satu diantara kamu, dari telapak kaki, demikian juga neraka”(HR.Al-Bukhari). Berusahalah untuk mendapatkan kenikmatan dan ridha Allah SWT di surga. Ketahuilah jika kiamat telah datang, maka suasana berubah menjadi lain. Berakhir pula masa penantian panjang di alam kubur. mau tidak mau semua makhluk terutama manusia harus siap menghadapi yaumul hisab; hari pengadilan Ilahi. Mereka berkumpul disebuah tempat yang sangat luas. Cukup untuk semua manusia semenjak dari manusia pertama diciptakan sampai diakhir jaman. tempat itu bernama Padang Mahsyar. Tak ada tempat berteduh selembar daun pun. sementara itu matahari tepat di atas kepala, jaraknya begitu dekat dan panasnya seakan akan membakar semua yang ada. Sungguh sengsara proses pengadilan ilahi dilaksanakan. semua orang menunggu dengan harap harap cemas seperti murid murid menanti kelulusan sekolah. bahkan kecemasannya lebih lebih lebih dari itu. sebab keputusan hisab (pengadilan ilahi) itu menentukan hisab selama lamanya.

setelah proses pengadilan selesai. semua makhluk duduk berlutut menunggu peristiwa apa yang akan terjadi dan menimpa merekan. sebagaimana dalam Firman Allah SWT : Pada hari itu engkau melihat setiap umat diperintah (untuk melihat) buku catatan amalnya. pada hari itu pula kamu dibalas setimpal dengan perbuatanmu (yang kamu kerjakan di dunia). inilah kitab Kami, menjelaskan dengan benar kepadamu. Sesungguhnya Kami telah menyuruh (malaikat) mencatat setiap perbuatanmu. (QS. Al-Jatsiyah 27-28)

semua orang duduk berlutut dengan raut wajah yang berbeda beda. sebagian di antara mereka ada yang murung, ada pula yang merah padam dan tegang. sedangkan yang lainnya, merasa berseri seri, ada semangat baru untuk menapaki kehidupan yang menyenangkan, sebagian lainnya merasa gelisah dan tidak tenang.

“pada hari ini kalian akan tahu secara pasti, siapa orang orang yang terhormat dalam penilaian Allah. bagi orang orang yang selalu memuji Allah pada setiap kesempatan dan keperluannya ketika di dunia. maka sekarang berdirilah ! ” demikian diserukan pada saat itu.

orang orang ketika didunia selalu beramal taat dan memuji Allah, kemudian berdiri. mereka itu baru saja menerima buku catatan dengan tangan kanan, nisab mereka sangat beruntung. semua manusia disaat itu memalingkan pandangannya kepada orang tersebut. semuanya merasa ingin seperti mereka. semuanya mengagumi mereka. lalu masing masing hati timbul penyesalan, mengapa ketika didunia dulu aku tidak berbuat seperti orang orang itu.

“pada hari ini kalian semua akan tahu secara pasti siapakah orang orang yang terhormat dalam penilaian Allah. mereka adalah orang orang yang suka mengerjakan sholat tahajud disamping ibadah ibadah lainnya. karena itu, kepada orang orang yang ketika didunia rusuk dan lambungnya jauh dari pemmbaringan karena jarang tidur untuk melakukan sholat tahajud, kalian yang selalau memohon pada Tuhan karena rasa takut dan harapan, karena kalian memanfaatkan harta yang Ku karuniakan di jalan yang benar, SILAKAN BANGKIT DAN BERDIRI !” demikian diserukan kepada mereka.

orang orang yang ketika di dunia tekun menjalankan ibadah, tekun sholat lail(tahajud), memanfaatkan hartanya di jalan kebenaran. yang selalu memohon kepada Allah karena takut neraka, selalu mohon dengan harapan masuk surga, semua berdiri. wajah wajah mereka berseri seri. semua mata tertuju orang orang gtersebut . mereka kagum dan merasa ingin seperti nasib orang orang itu.

kemudian ada seruan lagi, “Berdirilah kalian yang ketika di dunia berniaga tetapi tetap mengingat Allah dan menghindari masalah masalah syubhat serta riba!”

satu persatu mereka berdiri dari duduknya, wajahnya menampakkan semangat hidup yang luar biasa. cerah berseri.

diserukan, ” wahai sekalian manusia, lihatlah mereka yang berdiri ini adalah orang orang yang ketika di dunia mereka sangat berhati hati menjaga diri dan keluarganya dari riba, kemaksiatan, dan hal yang bersifat subhat. mereka juga tekun menjalankan sholat dan berzikir untuk mengingat-Ku, terhadap kewajiban zakat mereka tidak pernah lalai sedikit pun. sedekah juga rajin. karena itu pantaslah jika mereka kuperintahkan untuk berdiri dan menyambut kehidupan yang menyenangkan di surga.!”

sifat manusia yang demikian itu karena orang orang tersebut mempunyai fondasi keimanan dan ketaqwaan . mereka juga rajin dalam beribadah, tak pernah sedikitpun meninggalkan sholat.

tiba tiba ada seruan ,” siapakah diantara kalian yang berlaku sabar. berdirilah!” orang orang yang merasa ketika di dunia dirinya sabar kemudian berdiri. wajahnya terpancar kegembiraan. sedangkan mereka yang masih duduk bertekuk lutut sama sama memandangnya. ” inilah orang orang yang ketika di dunia selalu sabar menghadapi cobaan. jika mereka dianiaya, akan disambut dengan lapang dada dan memaafkannya. maka pantaslah mereka masuk surga”.

sesaat setelah itu, ada seruan dari Allah, ” siapakah diantara kalian yang saling mengasihi sesama manusia semata karena Allah? silakan berdiri!”. orang orang yang merasa saling mengasihi sesama manusia karena aqidah dan semata karena Allah berdiri. dikatakan ” wahai seluruh manusia lihatlah! orang orang ini adalah dahulu saling menyayangi , melindungi , tolong menolong. semua dilakuakn ikhlas karena Allah.”

kemudian ada seruan untuk orang orang tersebut ” Masukklah kedalam surga. itulah sebaik baiknya pahala bagi orang yang berbuat kebaikan ” . kemudian berbondong bondong kelompok manusia yang berjalan begitu cepat menuju surga. malaikat merasa heran. ” siapakah kalian ?” tanya malaikat. “kami adalah orang orang yang ketika didunia selalu sabar menghadapi cobaan / ujian dari Allah. setiap musibah yang menimpa kami terima dengan ikhlas dan kami cari hikmah di balik semua itu. kami tak pernah suudzan kepada Allah” jawab mereka. ada seruan, “silakan kalian semua masuk surga yang telah dijanjikan Allah. bersenag senanglah di dalamnya!”. jadi kejarlah surga itu dengan hal hal baik di antaranya Senang membaca Al-Quran, merasa selalu diawasi Allah, berbakti kepada orang tua, berteguh iman, istiqomah, rajin melakukan sholat, berhubungan baik dengan tetengga, berhubungan baik dengan tetangga.

ayooo… kita berlomba lomba beribadah…❤

 

semoga bermanfaat😀

always luv u al ^^

KEAJAIBAN DI JALUR GAZA

posted nov, 24 2012 . share by: afida ^^

Bismillahir-Rah maanir- Rahim …❤

Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360
km persegi. Berada di Palestina Selatan, “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis
Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya. Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel sangat kesulitan. Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat- obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini. Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat. Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27  desember 2008 hingga 18 Januari 2009. Mereka “mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya. Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza. Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin
Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia. Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat. Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata- senjata kuno. Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang
diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan ikhlas. Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa “peristiwa aneh” lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnalis, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah- khutbah Jumat mereka. Berikut ini adalah rangkuman “kisah-kisah ajaib” tersebut dari berbagai sumber untuk kita ingat dan renungkan. Pasukan “Berseragam Putih” di Gaza … Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu. Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel. Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah
ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al- Qassam. Saat
diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/ 2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-
Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al- Qassam mengenakan baju
hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.
Selama tiga hari berturut- turut, setiap ditanya, laki- laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam
memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!” Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs
milik Brigade Izzuddin al- Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya
apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan
kelompok mana-mana.Saya cuma sopir ambulan.” Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, “Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?” Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu- satunya yang ia miliki. Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel. Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis.” Kenapa kalian menangis?” tanyanya. “Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porand akan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya. Saksi Serdadu Israel … Cerita tentang “serdadu berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa
personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa. Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Channel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta. “Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga`saya buta,” kata anggota pasukan ini. Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Mereka tidak
diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya. Masih dari Channel 10, seorang tentara Israel lainnya mengatakan, “Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-
putih dengan jenggot panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.” Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan
berseragam putih itu? Apakah pasukan berbaju putih itu adalah MALAIKAT bantuan Allah, sebagaimana
Allah telah membantu dalam perang Badar dalam Al Quran? “(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan- Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan
bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut- turut” .(QS 8 : 9) Suara Tak Bersumber … Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat
Allah dalam Jihad Al Furqan). Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut. “Saya telah
menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan
disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi. Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak. Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi,
pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali. “Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena
tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib. Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati
ranjau yang tertanam, sesuatu yang “ajaib” terjadi. Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi,
melalui lidah khatib. Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com , ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang
yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan, “Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali- kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan
bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.” Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh … Sebuah kejadian “aneh” terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah AI Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di saat mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel memergoki mereka. Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu. Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar- putar di atas. Tak lama kemudian, beberapa tank
Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu. Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa
berbuat apa-apa. Kabel ranjau jelas tak mungkin disambung, sementara tank- tank Israel telah
berkumpul persis di atas ranjau. Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, “allahumma kama lam tumakkinna minhum,
allahumma la tumakkin lahum,” yang maknanya, “Ya Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga tidak memiliki kesempatan serupa.” Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau
yang tadinya tak berfungsi. Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh aneh, ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan? Wallahu a’lam. Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api
menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin tak
terkendali. Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa, “Wahai Dzat yang merubah api menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.” Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para mujahidin menangis terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera. Merpati dan Anjing … Di saat para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam tiba-tiba ikut membantu, bahkan menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan. Seorang mujahid Palestina menuturkan “kisah aneh” lainnya kepada situs Filithin Al Aan (25/1/ 2009). Saat bertugas di wilayah Jabal Ar Rais, sang mujahid melihat seekor merpati terbang dengan suara melengking, yang melintas sebelum rudal- rudal Israel berjatuhan di wilayah itu. Para mujahidin yang juga melihat merpati itu langsung menangkap adanya isyarat yang ingin
disampaikan sang merpati. Begitu merpati itu melintas, para mujahidin langsung berlindung di tempat persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang beberapa saat kemudian bom-bom Israel
datang menghujan. Para mujahidin itu pun selamat. Adalagi “cerita keajaiban” mengenai seekor anjing, sebagaimana diberitakan situs Filithin Al Aan. Suatu hari, tatkala sekumpulan mujahidin Al Qassam melakukan ribath di front pada tengah malam, tiba- tiba muncul seekor anjing militer Israel jenis
doberman. Anjing itu kelihatannya memang dilatih khusus untuk membantu pasukan Israel menemukan tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para mujahidin. Anjing besar ini mendekat dengan menampakkan sikap tidak bersahabat. Salah seorang mujahidin kemudian mendekati anjing itu dan
berkata kepadanya, “Kami adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami diperintahkan untuk tetap
berada di tempat ini. Karena itu, menjauhlah dari kami, dan jangan menimbulkan masalah untuk kami.” Setelah itu, si anjing duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke depan dan diam. Akhirnya, seorang mujahidin yang lain mendekatinya dan memberinya beberapa korma. Dengan tenang anjing itu memakan korma itu, lalu beranjak pergi. Kabut pun Ikut Membantu … Ada pula kisah menarik yang disampaikan
oleh komandan lapangan Al Qassam di kamp pengungsian Nashirat, langsung setelah usai shalat dhuhur di masjid Al Qassam (17/1/2009). Saat itu sekelompok mujahidin yang melakukan ribath di Tal Ajul terkepung oleh tank-tank Israel dan pasukan khusus mereka. Dari atas, pesawat mata-mata terus mengawasi. Di saat posisi para mujahidin terjepit, kabut tebal tiba-tiba turun di malam itu. Kabut itu telah menutupi pandangan mata tentara Israel dan membantu pasukan mujahidin keluar dari kepungan. Kasus serupa diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu pemimpin lapangan Al Qassam, sebagaimana ditulis
situs almesryoon.com (sudah tidak bisa diakses lagi). la bercerita bagaimana kabut tebal tiba- tiba turun
dan membatu para mujahidin untuk melakukan serangan. Awalnya, pasukan mujahiddin tengah menunggu waktu yang tepat untuk mendekati tank- tank tentara Israel guna meledakkannya. “Tak lupa kami berdoa kepada Allah agar dimudahkan untuk melakukan serangan ini,” kata Abu Ubaidah. Tiba-tiba turunlah kabut tebal di tempat tersebut. Pasukan mujahidin segera bergerak menyelinap di antara tank- tank, menanam ranjau- ranjau di dekatnya, dan segera meninggalkan lokasi tanpa diketahui pesawat mata-mata yang memenuhi langit Gaza, atau oleh pasukan infantri Israel yang berada di sekitar kendaraan militer itu. Lima tentara Israel tewas di tempat dan puluhan lainnya luka-luka setelah ranjau- ranjau itu meledak. Karena kekejaman zionis yahudi, semua makhluk Allah melawannya, Maha benar sabda Rasulullah SAW dalam haditsnya: Tidak akan terjadi hari kiamat, hingga muslimin memerangi Yahudi. Orang- orang Islam
membunuh Yahudi sampai Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon. Namun batu atau pohon berkata, “Wahai muslim, wahai hamba Allah, inilah Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuh saja. Kecuali pohon Gharqad (yang tidak demikian) , karena termasuk pohon Yahudi.” (HR Muslim dalam Shahih Jami’ Ash-shaghir no. 7427) “ Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah
yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk member kemenangan kepada orang-orang mu’min, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Itulah (karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu), dan sesungguhnya Allah melemahkan tipu daya orang-orang yang kafir.” (QS 8: 17-18)

-always love u al,  <3